Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan penguatan fundamental ekonomi Indonesia. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, kinerja perdagangan internasional, hingga peningkatan kesejahteraan petani.
Salah satu capaian penting terlihat dari neraca perdagangan Indonesia yang mencatat surplus sebesar US$7,25 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026. Surplus ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor Indonesia mampu melampaui nilai impornya.
Di sisi lain, nilai ekspor nasional juga mengalami peningkatan sebesar 4,74 persen pada periode yang sama. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi daya saing produk Indonesia di pasar internasional sekaligus memperkuat kontribusi perdagangan terhadap perekonomian nasional.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Pada semester I 2026, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,45 persen. Capaian ini mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat dan berbagai sektor usaha yang terus bergerak.
Penguatan ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat di sektor pertanian. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang meningkat menjadi 131. Angka tersebut menunjukkan membaiknya posisi daya beli petani, sekaligus menjadi salah satu indikator kesejahteraan mereka.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penguatan ekspor memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Penguatan ekspor penting untuk mendorong pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sektor pangan, kita perlu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah agar peluang perdagangan ikut dirasakan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal,” kata Zulkifli Hasan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan dan surplus perdagangan. Lebih dari itu, peningkatan ekspor harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga, surplus perdagangan yang besar, serta meningkatnya NTP, Indonesia memiliki modal kuat untuk melanjutkan pembangunan. Dua tahun pemerintahan Prabowo menjadi momentum memperkuat fondasi ekonomi agar semakin produktif, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan yang lebih merata.




